SIDRAP.FS.COM— Kematian warga binaan Muhammad Taufiq Lingga di Rutan Kelas IIB Sidrap dipastikan bukan akibat penganiayaan. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Rutan, Perimansyah, yang menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara menggantung diri di dalam kamar tahanan.

Perimansyah menjelaskan, berdasarkan kronologi kejadian serta hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun kejanggalan yang mengarah pada penganiayaan.

Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar pukul 09.33 WITA, saat petugas jaga menerima laporan dari penghuni kamar 1 Blok A terkait seorang narapidana yang diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan menggunakan sarung yang diikat pada ventilasi jendela.

Petugas yang mendapat laporan segera menuju lokasi dan melakukan pertolongan dengan melepaskan ikatan di leher korban, sebelum mengevakuasinya ke klinik rutan. Namun, kondisi korban sudah dalam keadaan kritis sehingga langsung dirujuk ke RS Nene Mallomo.

Meski telah mendapatkan penanganan medis intensif, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Lebih lanjut, Perimansyah menegaskan bahwa tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut karena rekan satu kamar korban sedang berada di luar sel saat peristiwa berlangsung.

Dari keterangan pihak rutan, korban diketahui sebelumnya mengalami tekanan mental akibat permasalahan internal dengan sesama warga binaan. Untuk menghindari konflik, korban sempat ditempatkan di sel khusus.

Sementara itu, pihak kepolisian juga memastikan bahwa hasil penyelidikan tidak menemukan unsur kekerasan, sehingga kematian korban disimpulkan sebagai murni tindakan bunuh diri.

Pihak keluarga korban pun telah menerima kejadian ini dengan ikhlas, dan jenazah telah dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Gowa.(ersan)