SIDRAP.FS.COM— Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Muammar Gandi berlangsung kreatif dan penuh antusias dengan memanfaatkan teknologi tablet dan kecerdasan buatan (AI). Sebanyak 23 murid kelas VIII Reguler diajak mempraktikkan materi Bab 2 tentang Teks Iklan, Poster, dan Slogan melalui kegiatan membuat iklan kuliner khas daerah masing-masing.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, di classroom bertema rumah panggung kayu, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Pembelajaran dipandu oleh Ismail Arifin, guru Bahasa Indonesia MTs Muammar Gandi, dengan mengusung konsep pembelajaran yang memadukan literasi, kreativitas, teknologi digital, dan kearifan lokal.
Dalam kegiatan tersebut, 23 murid dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan asal daerah. Pembagian kelompok ini menjadi bagian menarik dari pembelajaran karena setiap kelompok mengangkat kuliner khas dari daerah yang mereka wakili. Daerah asal murid meliputi Sidrap, Pinrang, Enrekang, Parepare, dan Makassar.
Kelompok asal Sidrap mengangkat makanan khas Palekko sebagai objek iklan. Sementara itu, kelompok Enrekang membuat iklan keripik pisang, kelompok Pinrang mengangkat Karasa, dan kelompok Makassar membuat iklan Coto Makassar. Adapun kelompok dari Parepare turut mengembangkan ide iklan kuliner dengan mengangkat potensi kuliner khas daerahnya.
Untuk menghasilkan karya iklan, para murid memanfaatkan tablet dan teknologi AI sebagai alat bantu dalam mencari ide, mengembangkan konsep, menyusun kalimat persuasif, serta mengemas pesan iklan agar lebih menarik. Dengan demikian, murid tidak hanya memahami teori tentang iklan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat sebuah karya promosi.
Menurut Ismail Arifin pembelajaran menjadi semakin bermakna “Objek yang digunakan berasal dari lingkungan budaya dan daerah yang dekat dengan kehidupan murid. Sehingga mereka dapat mengenalkan makanan khas daerah masing-masing sekaligus belajar bagaimana sebuah produk kuliner dapat dikemas menjadi pesan iklan yang menarik, informatif, dan persuasif.” tuturnya.
Murid-murid terlihat sangat bersemangat dan antusias selama mengikuti proses pembelajaran. Diskusi kelompok berlangsung aktif ketika mereka menentukan konsep, memilih kata-kata yang tepat, mengeksplorasi ide melalui AI, dan menyusun iklan kuliner. Kolaborasi antarmurid juga terlihat ketika mereka saling memberikan masukan untuk menyempurnakan hasil karya kelompok.
Pemanfaatan AI dalam kegiatan ini bukan sekadar untuk menghasilkan karya secara instan, tetapi diarahkan sebagai alat bantu belajar yang mendorong murid untuk mengembangkan ide dan kreativitas. Guru tetap memberikan arahan agar murid memahami proses penyusunan teks iklan dan mampu mempertanggungjawabkan isi serta pesan yang mereka buat.
Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Muammar Gandi menunjukkan bahwa materi Teks Iklan, Poster, dan Slogan dapat dikemas secara kreatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi sekaligus mengangkat kekayaan budaya lokal. Dari Palekko, Keripik Pisang, Karasa, hingga Coto Makassar, para murid belajar bahwa bahasa, teknologi, kreativitas, dan kearifan lokal dapat berpadu menjadi sebuah pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.(ersan)
Berita terbaru kategori Headline

Tinggalkan Balasan