SIDRAP.FRONTSULSEL.COM – Warga Kompleks Griya Sederhana, yang terletak di belakang RSUD Nene Mallomo, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, terpaksa turun tangan memperbaiki sendiri jalan lingkungan mereka yang rusak parah dan membahayakan pengguna jalan.
Bertahun-tahun berlubang dan penuh genangan saat hujan, kondisi jalan ini tak kunjung mendapat perhatian dari pihak terkait. Tak ingin terus menunggu, warga berinisiatif menggalang dana secara swadaya dan melakukan perbaikan dengan peralatan sederhana seperti skop, cangkul, dan gerobak.
Kegiatan perbaikan dimulai sejak Sabtu dan masih berlangsung hingga Senin (30 Juni 2025). Selain sumbangan dari warga, kegiatan ini juga didukung oleh bantuan dari Wisma Al Ghazali dan Kios Tiga Putra.
Namun di balik aksi gotong royong ini, warga mempertanyakan kejelasan status tanggung jawab jalan tersebut.
“Kami belum tahu pasti, apakah jalan ini sebenarnya masih menjadi tanggung jawab developer atau sudah diserahkan ke pemerintah. Tapi siapapun yang berwenang, kami berharap ada perhatian untuk pemeliharaan jalan ini ke depan,” ujar salah satu warga yang turut bergotong royong.
Menurut warga, jalanan ini merupakan akses utama keluar-masuk kompleks dan sangat vital untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari warga bekerja hingga anak-anak sekolah.
“Kami lakukan ini demi kenyamanan bersama, tapi harapan kami tetap agar pemerintah atau pihak terkait segera memberikan solusi jangka panjang, karena jalan seperti ini tidak bisa terus menerus kami tangani sendiri,” tambahnya.
Warga berharap melalui aksi ini, pihak pemerintah setempat maupun developer bisa segera memberikan kepastian serta langkah nyata dalam memperbaiki dan memelihara infrastruktur di kawasan permukiman tersebut.(ersan)









Tinggalkan Balasan