SIDRAP.FS.COM– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU, sementara sebagian warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM, terutama jenis subsidi.

Sejumlah pihak menduga kelangkaan ini dipicu oleh maraknya praktik pelangsiran oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Pelangsiran sendiri merupakan aktivitas membeli BBM dalam jumlah besar secara berulang untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Praktik ini diduga melibatkan oknum yang memanfaatkan celah distribusi di lapangan. Bahkan, isu yang berkembang di masyarakat menyebut adanya keterlibatan pihak internal dalam rantai distribusi BBM, termasuk dugaan permainan oleh oknum di bawah naungan Pertamina.

Seorang warga pengendara roda dua inisial E (35), mengungkapkan bahwa dirinya harus mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan BBM. “Kadang sudah antre lama, tapi tetap tidak kebagian. Sementara ada yang bisa isi berkali-kali,” ucapnya pada awak media ini. Senin (6/4/2026)

Menanggapi hal ini, pihak terkait diharapkan segera melakukan investigasi mendalam guna memastikan penyebab utama kelangkaan. Pengawasan terhadap distribusi BBM juga perlu diperketat agar tidak terjadi penyelewengan yang merugikan masyarakat.

Selain itu, aparat penegak hukum diminta untuk menindak tegas pelaku pelangsiran ilegal jika terbukti melanggar aturan. Pemerintah daerah pun diharapkan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait dugaan tersebut. Namun masyarakat berharap masalah kelangkaan BBM di Sidrap dapat segera teratasi agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu.(eesan)