SIDRAP.FS.COM – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai memberikan dampak serius bagi sektor pertanian. Sejumlah areal persawahan mengalami kekeringan, tanah menjadi retak dan pecah-pecah akibat minimnya pasokan air, sehingga tanaman padi terancam layu bahkan mati.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif mengambil langkah cepat dengan mengerahkan armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk menyalurkan air ke lahan persawahan yang mengalami kekeringan.

Salah satu lokasi yang mendapat bantuan berada di Desa Timoreng Panua, Kecamatan Panca Rijang. Bantuan air tersebut disambut penuh rasa syukur oleh para petani yang selama beberapa waktu terakhir kesulitan memperoleh pasokan air untuk menyelamatkan tanaman padi mereka.

Aksi kepedulian itu diketahui publik setelah seorang warga Desa Timoreng Panua mengunggah ucapan terima kasih melalui media sosial pada Sabtu, 18 Juli 2026.

“Assalamualaikum, terima kasih Pak Bupati bantuan air untuk petani di Desa Timoreng Panua, Kecamatan Panca Rijang,” tulis warga tersebut dalam unggahannya.

Unggahan itu pun mendapat perhatian warganet dan menuai berbagai komentar positif. Banyak yang menilai langkah Bupati Syaharuddin Alrif sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam membantu petani menghadapi dampak kemarau.

Bantuan air menggunakan mobil Damkar diharapkan dapat menjadi solusi sementara untuk menjaga kelembapan lahan dan menyelamatkan tanaman padi hingga pasokan air kembali normal.

Di tengah ancaman kekeringan yang masih berpotensi berlangsung, perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan petani dinilai menjadi harapan bagi masyarakat agar produksi pertanian tetap terjaga dan kerugian akibat musim kemarau dapat diminimalkan.(iccank)

Baca Juga:
Berita terbaru kategori Sidrap