SIDRAP.FS.COM—Rumah Nursyam, guru atau ibu dapur santri Muhammadiyah Boarding School Rappang dalam sekejap ludes terbakar, rumah panggung yang berbahan kayu itu nyaris tanpa sisa, tidak hanya satu unit mobil Pickup dan 3 unit motor yang terparkir dirumahnyapun juga turut menjadi korban amukan api.
Kejadian kebakaran itu terjadi sekira pukul 04 Wita pada Rabu, 15 Juli 2026, dikelurahan Benteng Kecamatan Baranti.
Kondisi itu menuai keprihatinan, tak terkecuali dari civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) begitu mendengar kabar tersebut, pihak kampus langsung menggalang dana.
Hanya dalam waktu kurang dari dua hari, UMS Rappang berhasil menghimpun donasi sekitar Rp16,5 juta. Dana tersebut kemudian digabungkan dengan bantuan yang dihimpun Lazismu dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sidrap sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp20 juta.
Ketua Lazismu Sidrap yang juga dosen UMS Rappang, Saifullah, S.Pd., M.Pd., mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan semangat gotong royong keluarga besar Muhammadiyah dalam meringankan beban korban musibah.
“Alhamdulillah, kami telah melakukan penyaluran bantuan kepada guru MBS Rappang yang menjadi korban kebakaran sebesar Rp20 juta. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh Bapak dan Ibu yang telah menginfakkan sebagian rezekinya. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala yang berlipat ganda,” ujar Saifullah.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil kolaborasi Lazismu, Aisyiyah, serta donasi dari sivitas akademika UMS Rappang dan masyarakat yang turut memberikan dukungan kepada korban.
Menurut Saifullah, Lazismu masih membuka kesempatan bagi para dermawan yang ingin membantu proses pemulihan pascakebakaran. Bantuan lanjutan akan kembali disalurkan sesuai dengan kebutuhan korban.
“Kami masih terus membuka donasi. Insyaallah, setiap bantuan yang masuk akan kami salurkan secara amanah agar dapat membantu keluarga korban bangkit kembali setelah musibah ini,” katanya.
Saifullah berharap kepedulian yang ditunjukkan berbagai pihak dapat menjadi penyemangat bagi Nursyam dan keluarga untuk segera bangkit serta kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban, menjadi penguat bagi keluarga yang sedang diuji, dan menjadi ladang amal bagi seluruh donatur yang telah berbagi. Inilah semangat kepedulian yang terus ingin kami tumbuhkan di lingkungan Muhammadiyah,” tutupnya.
Berita terbaru kategori Sidrap

Tinggalkan Balasan