SIDRAP.FS.COM — Hamparan sawah di Desa Abbokongang, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kembali menunjukkan produktivitas yang menggembirakan.

Panen raya yang digelar Sabtu, 5 September 2026, mencatat hasil rata-rata mencapai 11 hingga 12 ton per hektare, meski petani menghadapi kondisi kemarau dan fenomena El Nino.

Panen raya tersebut dihadiri Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse bersama sejumlah anggota DPRD Sidrap, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengaku senang melihat keberhasilan petani di Abbokongang.

Menurutnya, produktivitas tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian Sidrap mampu bertahan dan tetap menghasilkan di tengah tantangan cuaca.

“Alhamdulillah, hasil panen di Desa Abbokongang saya sangat senang dan gembira. Rata-rata hasil panennya bisa sampai 11 sampai 12 ton, meskipun dalam kondisi kemarau El Nino,” kata Syaharuddin.

Desa Abbokongang yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Pinrang memiliki areal persawahan irigasi sekitar 700 hektare.

Seluruh areal tersebut disebut berhasil dipanen berkat dukungan infrastruktur pertanian, mulai dari jaringan tersier dan sekunder hingga program elektrifikasi pertanian atau listrik masuk sawah.

“Kurang lebih 700 hektare ini semua panen dan berhasil. Karena memang tersier, sekunder, dan kompanisasi, termasuk beberapa tempat kita pakai program listrik masuk sawah. Beberapa kelompok tani juga sudah memanfaatkannya dan alhamdulillah berhasil,” ujarnya.

Tingginya produktivitas tersebut juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Dengan asumsi harga gabah sekitar Rp7.700 per kilogram dan hasil 10 ton per hektare, maka nilai produksi mencapai sekitar Rp77 juta per hektare dalam sekali panen.

Jika dihitung untuk areal sekitar 700 hektare, perputaran ekonomi dari satu kali panen di Desa Abbokongang diperkirakan mencapai Rp40 hingga Rp50 miliar.

“Kalau kurang lebih 700 hektare, berarti kurang lebih Rp40 sampai Rp50 miliar satu kali panen di Desa Abbokongang. Inilah yang mendorong ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Syaharuddin menilai capaian tersebut menjadi gambaran nyata kerja keras masyarakat Sidrap. Terlebih, Desa Abbokongang masih memiliki potensi dua kali panen bahkan tiga kali dalam setahun.

“Abbokongang masih dua kali panen, berarti bisa Rp100 miliar setahun. Mudah-mudahan nanti dengan pertanian modern bisa mencapai Rp150 miliar setahun,” katanya.

Ia berharap peningkatan produktivitas pertanian berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, ketika pendapatan petani meningkat, maka sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, transportasi dan kebutuhan rumah tangga juga ikut terdorong.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan Pemkab Sidrap tengah mempersiapkan pengembangan program Indeks Pertanaman (IP) 300 di wilayah tersebut.

“Program IP 300, kita sudah persiapkan pertanian modern. Ada beberapa ratus hektare yang ada di sini. Kita persiapkan nanti pada bulan Oktober-November,” ungkapnya.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas lahan, sehingga pendapatan petani di Desa Abbokongang dapat terus meningkat sekaligus memperkuat Sidrap sebagai salah satu daerah sentra produksi pangan di Sulawesi Selatan. (ersan)

Baca Juga:
Berita terbaru kategori Sidrap