SIDRAP.FS.COM — Turnamen Panahan Tradisional Bupati Sidrap Cup II 2026 berlangsung meriah di Lapangan Sepakbola Andi Cammi, Kelurahan Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (5-6/9/2026), tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Sidrap dan daerah lain di Sulawesi Selatan, tetapi juga datang dari sejumlah provinsi, seperti Aceh, Jambi, Surabaya, dan provinsi lainnya.
Menariknya, para peserta tidak hanya berkompetisi memperebutkan juara, tetapi juga tampil dengan beragam pakaian adat Nusantara.
Sejumlah peserta terlihat mengenakan pakaian adat Dayak dari Kalimantan, pakaian adat Aceh, hingga busana adat Toraja.
Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik Turnamen Panahan Tradisional Bupati Sidrap Cup II 2026.
Nuansa budaya Nusantara berpadu dengan olahraga panahan, menciptakan suasana berbeda dalam ajang olahraga di Bumi Nene’ Mallomo.
Ketua Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (PERPATRI) Sidrap, Muhammad Rais, mengatakan turnamen tersebut telah digelar untuk kedua kalinya.
Menurutnya, jumlah peserta terus bertambah setiap tahun.
Promosi melalui media sosial menjadi salah satu cara panitia menjangkau komunitas panahan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami sudah menjalankan turnamen panahan ini selama dua tahun. Alhamdulillah, pesertanya juga bertambah karena kami memanfaatkan media sosial untuk mengajak seluruh pemain panahan di seluruh Indonesia mengikuti kejuaraan ini,” kata Muhammad Rais yang juga Ketua Panitia saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (6/9/2026).
Ia berharap turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet panahan tradisional di Sidrap.
Turnamen ini mempertandingkan tiga kategori, yakni U-10 dengan jarak 10 meter, U-15 dengan jarak 15 meter, serta kategori umum atau dewasa dengan jarak 30 meter.
Kompetisi tersebut diikuti peserta putra dan putri.
Selain medali, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan.
Juara I mendapatkan Rp4 juta dan medali, juara II Rp3 juta dan medali, juara III Rp2 juta dan medali, serta juara harapan I Rp1 juta dan medali.
Hadiah tersebut didukung sekitar 40 sponsor yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan turnamen.
Bantuan juga hadir dari Pemkab Sidrap dengan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan turnamen yang dinilai tidak hanya berdampak pada perkembangan olahraga, tetapi juga perekonomian masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidrap, Dr Muhammad Aries Yasin, mengatakan kegiatan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan jangkauan peserta yang lebih luas.
Menurutnya, kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah juga memberikan dampak terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami mensupport total kegiatan ini karena memiliki dampak yang positif untuk UMKM dan komunitas panahan. Kami harapkan kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan bisa direncanakan lagi dengan matang, jangkauannya lebih besar,” kata Aries.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga yang dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkenalkan Kabupaten Sidrap kepada masyarakat dari luar daerah.
“Sidrap bisa lebih terkenal karena pemerintah selalu hadir dan memberikan fasilitas terbaik untuk semua,” ujarnya.
Kolaborasi antara komunitas panahan melalui PERPATRI dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap diharapkan dapat terus berlanjut.
Selain menjadi ruang kompetisi dan pembinaan atlet, turnamen tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kegiatan olahraga berbasis komunitas, menggerakkan UMKM, serta membuka peluang bagi lahirnya atlet-atlet panahan berprestasi dari Kabupaten Sidrap (ersan)
Berita terbaru kategori Sidrap

Tinggalkan Balasan