SOPPENG.FS.COM — Sebanyak 211 peserta mengikuti Seminar Al-Qur’an dan Tasyakuran DIROSA Angkatan VII Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung Serbaguna Lapatau, Kabupaten Soppeng, Ahad (20/9/2026).
Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Unit Khidmatul Qur’an Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Soppeng tersebut menjadi momentum syukur sekaligus apresiasi atas perjuangan para peserta dalam menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an melalui metode Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa (DIROSA).
Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi. Para peserta berasal dari berbagai rentang usia, mulai dari anak sekolah hingga lanjut usia.
Dalam sambutannya, Hj. Suarni Suwardi menyampaikan bahwa belajar Al-Qur’an membutuhkan perjuangan dan keistiqamahan. Terlebih bagi perempuan yang dalam kesehariannya menjalankan berbagai peran, mulai sebagai istri, ibu, pengelola rumah tangga, pendamping keluarga hingga bagian dari masyarakat.
Ia menggambarkan bahwa perjuangan belajar Al-Qur’an terkadang hadir dalam hal-hal sederhana, seperti menyempatkan diri membaca mushaf di tengah kesibukan, mengulang bacaan yang masih sulit, serta tetap datang untuk belajar meskipun harus membagi waktu dengan berbagai tanggung jawab.
“Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada para peserta.
Hj. Suarni Suwardi juga menyampaikan apresiasi kepada peserta DIROSA, para ustadzah dan pengajar, keluarga, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa tasyakuran dan selesainya pembelajaran DIROSA bukanlah akhir dari perjalanan bersama Al-Qur’an.
“Jadikan wisuda ini bukan sebagai akhir dari perjalanan, tetapi sebagai awal dari persahabatan yang lebih dekat dengan Al-Qur’an,” pesannya.
Selain sambutan, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui materi “Bersama Al-Qur’an dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan” yang disampaikan oleh Ustadzah dr. Hj. Marlina Since, S.Ked.
Materi tersebut mengajak peserta untuk memaknai Al-Qur’an bukan sekadar sebagai bacaan, tetapi sebagai petunjuk dan cahaya kehidupan. Kecintaan kepada Al-Qur’an diwujudkan dengan membaca, mempelajari, memahami, menghayati, mengamalkan, mengajarkan hingga mengajak orang lain untuk mencintai Al-Qur’an.
Peserta juga diingatkan agar kedekatan dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi tercermin dalam kehidupan sehari-hari, keluarga dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Marlina juga menekankan pentingnya meneladani Rasulullah ﷺ dalam hidup bersama Al-Qur’an, dengan menghafal, mengajarkan, mengamalkan dan menyampaikannya kepada umat.
Tasyakuran DIROSA Angkatan VII ini pun menjadi momentum untuk menguatkan kembali komitmen para peserta agar terus membaca, belajar, memperbaiki bacaan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Dengan 211 peserta yang berasal dari berbagai kelompok usia, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat belajar Al-Qur’an dapat tumbuh pada setiap fase kehidupan. Penyelesaian pembelajaran DIROSA diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun masyarakat.
Berita terbaru kategori Soppeng

Tinggalkan Balasan