ENREKANG.FS.COM— Lapangan sepak bola di Desa Ledan, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Lapangan yang menjadi salah satu ruang olahraga bagi pemuda setempat mengalami kerusakan setelah terdampak bencana alam beberapa tahun lalu.
Dengan luas sekitar 40×70 meter, lapangan tersebut terbilang cukup luas dan selama ini menjadi tempat anak-anak dan pemuda Desa Ledan bermain sekaligus berlatih sepak bola.
Namun, kondisi lapangan yang rusak membuat aktivitas tersebut perlahan terhenti. Para pemuda kini tidak lagi memiliki fasilitas yang layak untuk melakukan latihan secara rutin.
Kondisi itu mendapat perhatian dari salah satu pemuda Desa Ledan, Josi. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Enrekang dapat melihat persoalan tersebut sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat yang perlu dicarikan jalan keluar. Rabu, (23/9/2026)
Menurut Josi, keberadaan lapangan tersebut memiliki nilai penting karena bukan hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat, di bidang olahraga,
Ia mencontohkan dua putra asli Desa Ledan yang sejak kecil berlatih di lapangan tersebut dan kini berhasil lolos seleksi GASMA.
“Kalau kita melihat dari potensi anak-anak muda di Desa Ledan, sebenarnya kita punya bibit. Dua putra asli Desa Ledan yang sejak kecil berlatih di lapangan ini sudah bisa lolos seleksi GASMA. Ini tentu menjadi hal yang patut kita syukuri sekaligus kita dorong bersama,” kata Josi.
Menurutnya, capaian tersebut seharusnya menjadi perhatian bersama agar pembinaan olahraga di tingkat desa tetap memiliki ruang untuk berkembang.
“Jangan sampai anak-anak kita punya semangat dan kemampuan, tetapi ruang untuk berlatih justru tidak tersedia. Saya kira ini bukan hanya menjadi kebutuhan pemuda, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam membangun generasi muda di desa,” ujarnya.
Josi memahami bahwa perbaikan fasilitas membutuhkan kebijakan dan penganggaran dari pemerintah. Terlebih, lapangan tersebut merupakan aset Pemerintah Daerah sehingga tidak dapat begitu saja diperbaiki menggunakan Dana Desa.
Karena itu, ia berharap Pemkab Enrekang dapat mengambil peran dalam mencarikan solusi terhadap kondisi lapangan tersebut.
“Kalau melihat statusnya sebagai aset Pemda, tentu kami memahami bahwa ada mekanisme yang harus ditempuh. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah bisa melihat kondisi ini dan mencari ruang untuk melakukan perbaikan,” katanya.
Ia menilai, perbaikan lapangan tidak harus dilakukan melalui pembangunan besar atau menjadikannya lapangan berstandar profesional. Untuk tahap awal, penimbunan dan perataan pada bagian yang mengalami kerusakan dinilai sudah cukup untuk mengembalikan fungsi lapangan.
“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kalau untuk sementara lapangan ini bisa ditimbun dan diratakan sehingga kembali layak digunakan, tentu itu sudah sangat berarti bagi anak-anak muda di Desa Ledan,” tutur Josi.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut justru dapat menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan.
“Kami yakin pemerintah daerah punya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat sampai ke desa-desa. Karena itu, kami berharap persoalan lapangan ini bisa menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dan dicarikan solusi bersama,” katanya.
Josi juga berharap aset pemerintah yang berada di Desa Ledan tidak dibiarkan dalam kondisi rusak dan akhirnya kehilangan fungsi.
“Pada prinsipnya, kami hanya ingin aset yang sudah ada ini bisa kembali memberikan manfaat. Kalau lapangannya diperbaiki, manfaatnya bukan hanya untuk pemuda, tetapi juga untuk anak-anak dan masyarakat Desa Ledan secara umum,” ujarnya.
Ia berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat terus dibangun sehingga persoalan tersebut dapat ditangani secara bertahap.
“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa duduk bersama melihat persoalan ini. Kami siap mendukung dan berkomunikasi jika memang ada langkah yang bisa kita dorong bersama untuk mengembalikan fungsi lapangan ini,” pungkasnya.(Her)
Berita terbaru kategori Enrekang

Tinggalkan Balasan