SIDRAP.FS.COM — Rehabilitasi saluran irigasi di sebelah selatan kawasan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sidrap, tepatnya di sekitar jalan masuk Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, hingga kini belum juga rampung.

Padahal, proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut seharusnya telah selesai pada 31 Desember 2025 lalu.

Pantauan media di lokasi menunjukkan masih banyak pekerjaan yang belum dituntaskan.

Tumpukan material berupa batu dan pasir masih terlihat di sepanjang saluran, disertai sisa-sisa pembungkus semen yang berserakan di area proyek.

Sejumlah peralatan kerja seperti gerobak dan sekop juga tampak tergeletak di ujung pengerjaan yang belum selesai.

Selain keterlambatan, kualitas pekerjaan turut menjadi perhatian. Secara kasat mata, campuran semen dan pasir pada beberapa bagian dinilai kurang rapi dan menimbulkan keraguan terhadap mutu bangunan.

Hingga Kamis, 15 Januari 2026, diperkirakan masih terdapat puluhan meter saluran irigasi yang belum dikerjakan secara tuntas.

Plesteran bangunan saluran irigasi juga belum sepenuhnya dilakukan, termasuk pasangan batu pada bagian pondasi.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada fungsi irigasi untuk menunjang aktivitas pertanian.

Kepala Bidang Bina Manfaat PSDA Sidrap, Abdul Rahman, membenarkan adanya keterlambatan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penyelesaian proyek.

“Banyak keluhan dari petani yang masuk karena lambatnya pengerjaan rehabilitasi dan peningkatan saluran irigasi ini. Proyek tersebut diberikan waktu hingga tanggal 20 Januari 2026 untuk diselesaikan,” ujarnya.

Abdul Rahman menambahkan, pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan irigasi tersebut dikerjakan oleh BUMN PT Adikarya yang menangani proyek di wilayah Sulawesi Selatan, dengan total 11 titik pekerjaan berada di Kabupaten Sidrap.

Seluruh kegiatan rehabilitasi dan peningkatan irigasi ini dibiayai langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Masyarakat berharap proyek tersebut segera dirampungkan dengan kualitas yang baik, mengingat fungsi vital saluran irigasi bagi keberlangsungan pertanian dan ketahanan pangan di daerah tersebut. (tim)