SIDRAP.FS.COM — Desa Lombo, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), bersiap menjelma menjadi destinasi baru bagi para pecinta durian premium di Indonesia.

Setelah beberapa tahun dikembangkan, durian Black Thorn atau Duri Hitam kini mulai memasuki masa panen dan menawarkan cita rasa yang disebut-sebut mampu bersaing dengan Musang King.

Black Thorn merupakan varietas durian premium asal Malaysia yang terkenal dengan ujung durinya yang berwarna hitam.

Buah ini memiliki daging tebal berwarna kuning keemasan hingga oranye kemerahan, bertekstur lembut (creamy), serta memadukan rasa manis legit dengan sentuhan pahit yang menjadi ciri khas durian premium.

Tak sedikit pencinta durian menyebut kualitas Black Thorn setara bahkan menjadi pesaing utama Musang King.

Perbedaan paling mencolok terletak pada warna daging buah. Black Thorn memiliki warna oranye kemerahan yang lebih mencolok, sedangkan Musang King berwarna kuning cerah seperti kunyit.

Dari sisi rasa, Black Thorn dikenal lebih creamy dan kaya rasa, sementara Musang King cenderung lebih legit dengan tekstur sedikit lebih kering.

Bentuk buah Black Thorn juga lebih bulat dengan duri yang rapat dan ujung berwarna hitam, sedangkan Musang King memiliki pola bintang khas di bagian bawah buah.

Di pasaran, kedua varietas premium tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Musang King dijual sekitar Rp300 ribu hingga lebih dari Rp400 ribu per kilogram, sedangkan Black Thorn berkisar Rp250 ribu hingga lebih dari Rp400 ribu per kilogram, tergantung kualitas buah.

Desa Lombo yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Pangkajene kini mulai memetik hasil dari pengembangan durian premium tersebut.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang turut mencicipi hasil panen perdana mengaku terkesan dengan kualitas buah yang dihasilkan.

“Ini sudah mulai panen. Dulu memang kita kasih banyak bibit. Sebelum saya jadi Bupati, mereka sudah tanam dan merupakan program saya beberapa tahun sebelumnya dan ini sudah berhasil,” ujar Syaharuddin,” Senin, 20 Juli 2026.

Selain mengembangkan Black Thorn, Desa Lombo juga membudidayakan durian Musang King serta berbagai komoditas unggulan lainnya seperti alpukat dan jagung.

Kepala Desa Lombo, Wahidin, mengatakan keberhasilan budidaya durian premium itu berawal dari gagasan Syaharuddin Alrif saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan.

Saat itu, masyarakat mendapat bantuan bibit durian premium sekaligus pendampingan untuk mengembangkan tanaman tersebut.

“Alhamdulillah ini sudah mulai panen sedikit-sedikit. InsyaAllah tahun depan hasilnya akan jauh lebih banyak. Kami mengundang seluruh penikmat durian di Indonesia untuk datang menikmati durian premium langsung dari Desa Lombo,” katanya.

Dengan mulai berbuahnya Black Thorn dan Musang King, Desa Lombo memiliki peluang besar menjadi destinasi agrowisata baru di Kabupaten Sidrap.

Selain menawarkan panorama alam pegunungan yang sejuk, wisatawan juga dapat menikmati sensasi mencicipi durian premium langsung dari kebunnya, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat setempat melalui sektor agrowisata. (iccank)

Baca Juga:
Berita terbaru kategori Sidrap