PINRANG.FS.COM – Janji manis yang diucapkan petugas BRI Life kini berubah menjadi mimpi buruk bagi dua warga Pinrang, Sulawesi Selatan. Harapan mereka akan tabungan aman, jaminan kesehatan, dan proteksi masa depan seketika sirna ketika uang yang dikumpulkan selama lima tahun, justru “dipotong” tanpa ampun.
Korban pertama, SBD, mengungkapkan bahwa ia dijanjikan bisa mencairkan seluruh tabungan tanpa potongan setelah 60 bulan. Setiap bulan ia menyetor Rp300 ribu—hingga genap Rp18 juta.
Namun saat pencairan, jumlah yang diberikan hanya Rp13 juta.
“Potongan Rp5 juta itu tidak pernah disampaikan saat awal bergabung. Kami merasa benar-benar dibodohi,” ucap SBD dengan wajah kecewa, Rabu, 6 Agustus 2025.
Lebih miris lagi dialami Abdul Rahman. Ia menyetor Rp1 juta setiap bulan, setengahnya atas nama anaknya. Total tabungan mereka mencapai Rp59 juta. Tapi saat dicek bulan ini, nilai pencairan hanya Rp40 juta. Sisanya, Rp19 juta, disebut sebagai “biaya administrasi”.
“Kami nabung lima tahun penuh dengan harapan besar. Tapi sekarang malah disuruh terima Rp40 juta dari total Rp59 juta? Potongannya hampir sepertiga!” tegas Abdul Rahman.
Tak tinggal diam, mereka meminta pihak berwenang turun tangan.
“Kami minta polisi dan OJK segera mengusut ini. Kami yakin bukan kami saja yang jadi korban,” ujar mereka kompak.
Janji awal dari petugas BRI Life yang begitu manis, kini jadi bumerang. Tak ada transparansi, tak ada peringatan tertulis soal potongan, bahkan ketika mereka bertanya, tidak ada penjelasan detail. Semua hanya disampaikan lisan—dan kini, kenyataan pahit pun terjadi.
Yang lebih memprihatinkan, konfirmasi yang dilayangkan wartawan kepada Kepala Cabang BRI Kabupaten Pinrang, Agus Setyono, pada Rabu 6 Agustus 2025, tidak digubris. Pesan WhatsApp tidak dibalas, panggilan telepon tak diangkat.
Hingga berita ini tayang Kamis, 7 Agustus 2025, belum ada tanggapan resmi dari pihak BRI Life ataupun Bank BRI Pinrang. Redaksi masih terus berupaya mendapatkan jawaban demi kejelasan dan keadilan bagi nasabah.
Sementara itu, dua warga Pinrang hanya bisa berharap: keadilan tak ikut dipotong














Tinggalkan Balasan