MAKASSAR.FS.COM—Program Kemitraan Wilayah (PKW) dengan tema “Sentuhan Cinta Keluarga: Kunci Emas Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Balita” telah sukses dilaksanakan oleh tim dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar di wilayah kerja Puskesmas Mangasa, Kota Makassar. Kegiatan yang berlangsung sejak Maret hingga Oktober 2025 ini menyasar kader posyandu serta orang tua balita dengan tujuan meningkatkan kemampuan pemantauan tumbuh kembang anak melalui pemanfaatan Buku KIA secara optimal.
Kegiatan dimulai dengan pemberian pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal kader mengenai pertumbuhan dan perkembangan balita. Hasil awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta masih berada pada kategori cukup, khususnya dalam pemahaman konsep perkembangan, deteksi dini penyimpangan, serta cara pengisian checklist perkembangan sesuai usia anak. Kondisi ini menjadi dasar pentingnya edukasi dan pendampingan intensif bagi kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan anak di masyarakat.
Melalui rangkaian penyuluhan, sosialisasi, demonstrasi, serta praktik langsung di posyandu, kader diberikan pemahaman dan keterampilan mengenai cara mengisi checklist perkembangan, membaca grafik pertumbuhan, serta memberikan edukasi kepada orang tua. Kegiatan ini menggunakan metode pembelajaran aktif yang melibatkan diskusi kelompok, studi kasus, dan demonstrasi penggunaan alat stimulasi sesuai tahap perkembangan. Pendampingan mahasiswa turut memperkuat proses edukasi sehingga kader dapat mempraktikkan langsung materi yang diterima.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan. Pada post-test, seluruh peserta (100%) mencapai kategori baik, meningkat dari hanya 24% pada pre-test. Semua kader berhasil memahami konsep tumbuh kembang, deteksi dini, serta pemanfaatan Buku KIA sebagai instrumen utama pemantauan perkembangan balita. Selain peningkatan kognitif, terjadi perubahan perilaku positif berupa meningkatnya konsistensi kader dalam mendampingi ibu balita saat mengisi checklist perkembangan di Buku KIA pada setiap kunjungan posyandu.
Tidak hanya menyasar kader posyandu, kegiatan ini juga melibatkan orang tua balita melalui demonstrasi langsung di posyandu. Kader, dosen, dan mahasiswa bersama-sama memberikan edukasi mengenai stimulasi sesuai usia, seperti motorik halus, motorik kasar, bahasa, serta sosial-emosional. Dampaknya, semakin banyak orang tua yang memahami pentingnya melakukan stimulasi di rumah serta memantau perkembangan anak secara rutin. Hal ini diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan dini terhadap penyimpangan tumbuh kembang.
Sebagai luaran kegiatan, tim pengabdian menghasilkan leaflet edukasi, dokumentasi kegiatan, serta laporan pengabdian yang dapat menjadi referensi bagi pelaksanaan program serupa di wilayah lainnya. Program ini memperkuat kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan anak. Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan terus berlanjut agar tercipta keluarga yang lebih sadar tumbuh kembang, posyandu yang lebih aktif, serta lingkungan yang lebih mendukung pertumbuhan optimal bagi seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Mangasa.(ersan)















Tinggalkan Balasan