SIDRAP.FS.COM — Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.

Prestasi tersebut bukan diraih secara instan. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Andi Apris, Kalosi Alau terus mengembangkan berbagai inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan administrasi, pengelolaan lingkungan, pertanian, hingga pelestarian budaya.

Andi Apris menyebut sejumlah inovasi menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah desa menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu inovasi yang menjadi ciri khas Kalosi Alau adalah DESA KUPAS (Pelayanan Berbasis Sampah). Melalui program ini, masyarakat yang mengurus pelayanan di kantor desa diajak membawa sampah plastik.

Sampah kemudian dikumpulkan dan dikelola sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi.

Program DESA KUPAS sendiri telah dirintis sejak 2017 sebagai pengembangan dari Bank Sampah Unit Desa Kalosi Alau. Pengelolaannya menerapkan konsep 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.

“Pelayanan tetap kami berikan, tetapi masyarakat juga kami ajak untuk peduli terhadap lingkungan. Jadi pelayanan administrasi sekaligus menjadi gerakan menjaga kebersihan desa,” ujar Andi Apris, Rabu, 26 Agustus 2026.

Selain DESA KUPAS, Kalosi Alau juga mengembangkan Aplikasi SRIKANDI untuk mendukung pelayanan surat-menyurat sehingga proses administrasi pemerintahan desa dapat dilakukan secara lebih tertata dan efisien.

Kemudian terdapat Aplikasi ALAKO yang berkaitan dengan pelayanan administrasi kependudukan. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah desa mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan administrasi tanpa proses yang berbelit.

Untuk mendukung keterbukaan informasi dan penyampaian berbagai informasi desa, Kalosi Alau memiliki SIBERAS, sebuah platform berbasis web Desa Kalosi Alau.

Sementara itu, SIBILLAE dikembangkan sebagai nomor atau sistem pelayanan Desa Kalosi Alau untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan.

Pemerintah Kabupaten Sidrap sebelumnya juga mencatat Sibilla E sebagai sistem pelayanan berbasis online yang digunakan untuk berbagai jenis persuratan dan layanan informasi.

“Intinya bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dengan mudah. Kami terus berusaha menyesuaikan pelayanan desa dengan perkembangan teknologi,” kata Andi Apris.

Inovasi Kalosi Alau tidak hanya bergerak di sektor pelayanan publik. Di bidang pertanian, pemerintah desa juga mendorong inovasi teknologi tepat guna CAMPA sebagai salah satu upaya mendukung aktivitas dan produktivitas masyarakat pertanian.

Sementara di bidang budaya, Kalosi Alau tetap menjaga tradisi Mapadendang, sebuah pesta panen yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat.

Tradisi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong warga setelah melewati musim panen.

Berbagai inovasi tersebut menjadi kekuatan Kalosi Alau ketika mengikuti tahapan Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Sulsel.

Pada tahap verifikasi lapangan, tim penilai melihat berbagai aspek, termasuk pelayanan publik, pertanian, pemberdayaan masyarakat, inovasi serta tata kelola pemerintahan desa.

Pemerintah Kabupaten Sidrap sebelumnya juga menyatakan optimistis Kalosi Alau mampu meraih prestasi terbaik karena didukung berbagai inovasi dan kemajuan di sejumlah sektor.

Dalam pemaparan tingkat provinsi, Andi Apris bersama BPD, perangkat desa dan PKK juga mempresentasikan berbagai potensi serta inovasi Kalosi Alau di hadapan tim penilai.

Hasilnya, Kalosi Alau berhasil keluar sebagai Juara I kategori desa tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 dan berhak mewakili Sulsel pada ajang Lomba Desa Berprestasi Tingkat Nasional Regional Sulawesi dan Kalimantan.

Bagi Andi Apris, capaian tersebut bukan semata-mata keberhasilan pemerintah desa, melainkan hasil kerja bersama seluruh masyarakat Kalosi Alau.

“Prestasi ini adalah prestasi masyarakat Kalosi Alau. Kami ingin inovasi yang ada bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan memudahkan masyarakat,” ujarnya.

Dengan tujuh inovasi yang mencakup lingkungan, administrasi, digitalisasi pelayanan, pertanian dan budaya, Desa Kalosi Alau kini membawa nama Sidrap ke tingkat yang lebih tinggi.

Tantangan berikutnya adalah mempertahankan inovasi tersebut sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional. (ersan)

Baca Juga:
Berita terbaru kategori Sidrap