SIDRAP.FRONTSULSEL.COM—Kebersamaan dan kerja sama antara Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan Babinkamtibmas (Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) terbukti menjadi kunci sukses dalam penanganan masalah stunting di Desa Damai. Dalam upaya mencegah dan mengurangi angka stunting di desa tersebut, keduanya menjalin kompak dalam menjalankan tugasnya.
Bekerja sebagai ujung tombak aparat keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa dan Babinkamtibmas memiliki peran strategis dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan terutama dalam mengatasi masalah stunting. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh yang dialami oleh anak-anak dengan pertumbuhan fisik dan mental yang terhambat akibat asupan gizi yang tidak adekuat.
Sertu Darwis, seorang Babinsa Koramil 03 Maritengngae Dim 1420 Sidrap yang bertugas di Desa Damai, berpendapat bahwa kolaborasi yang baik antara dirinya dan Babinkamtibmas sangatlah penting dalam penanganan stunting.
“Melalui koordinasi dan kerja sama yang erat dengan Babinkamtibmas, kami dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan menyampaikan informasi mengenai pentingnya penanganan stunting bagi pertumbuhan anak-anak,” ujarnya.
Selain itu, Babinkamtibmas juga bertugas memberikan dorongan dan bantuan kepada masyarakat dalam menjaga pola makan yang sehat bagi anak-anak mereka. Dengan membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya nutrisi yang seimbang, Babinkamtibmas berperan penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait permasalahan stunting agar dapat diatasi dengan baik.
Salah satu hasil nyata dari kekompakan antara Babinsa dan Babinkamtibmas dalam menjalankan program penanganan stunting adalah adanya populasi anak yang lebih sehat dan berkualitas di Desa Damai.
Dalam interview awak media dengan salah seorang warga Desa Damai,Senin (22/07/2024) mengungkapkan pengalamannya dalam mendapatkan bantuan dan dukungan dari Babinsa dan Babinkamtibmas. “Saya sangat berterima kasih atas perhatian dan kerja keras yang diberikan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas. Dalam menjalankan program penanganan stunting, mereka sangat aktif memberikan edukasi dan mendampingi kami dalam menjaga pola makan yang baik bagi anak-anak kami,” ujarnya dengan penuh semangat.
Keharmonisan dan sinergi antara Babinsa dan Babinkamtibmas dalam penanganan stunting ini menjadi contoh yang baik dan perlu diadopsi oleh wilayah lain. Diharapkan kolaborasi yang solid ini dapat terus berlanjut dalam usaha meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Desa Damai, serta memberikan contoh bagi desa-desa lainnya untuk menangani permasalahan serupa.
Ersan









Tinggalkan Balasan